Ada sesosok pria yang bernama orange dia adalah pria yang ceria & pandai bergaul .sedangkan merah kebalikan dari orange .ketika merah sedang terpuruk pada malam ini ,merah selalu mencurahkannya ke sosial media ,merah memposting status "Aku & sunyi adalah sepasang musuh, meskipun dikeramaian aku merasa sepi." Tiba-tiba orange berkomentar
Orange :"Maka keluarlah dari ruang sunyimu."
Merah :"Ciih, keluar?hanya akan membuat luka itu lagi keramaian yang ada hanya sebuah fatamorgana. Mereka tak peduli ,mereka hanya penasaran ciih .rasa keramaian didiriku sudah tak ada."
Orange :"Itu pemikiran sepihak mu, semua hal ada baik ada buruknya, sekarang bukan waktunya berdian... tapi berdiri dan bagaimana cara melewati keterpurkan itu."
Merah : "Berdiam? Bodoh .aku tidak berdiam ,kau tidak tau .aku selalu memikirkannya juga .kedua kakiku sekarang tidak bisa menopang beban itu lagi .mungkin ini adalah saat aku benar-benar terpuruk aku tidak mau memaksakan untuk berdiri lagi .cara? Akupun selalu memikirkannya ,aku melakukan berbagai cara tapi itu tak ada hasil.kesunyian ,keterpurukan,kesedihan selalu menghantui ."
Orange :"Apakah dengan itu kamu mengakaui dirimu lebih lemah dari kesunyian, keterpurukan,kesedihan sebagai hantu mu."
Orange :"Maka keluarlah dari ruang sunyimu."
Merah :"Ciih, keluar?hanya akan membuat luka itu lagi keramaian yang ada hanya sebuah fatamorgana. Mereka tak peduli ,mereka hanya penasaran ciih .rasa keramaian didiriku sudah tak ada."
Orange :"Itu pemikiran sepihak mu, semua hal ada baik ada buruknya, sekarang bukan waktunya berdian... tapi berdiri dan bagaimana cara melewati keterpurkan itu."
Merah : "Berdiam? Bodoh .aku tidak berdiam ,kau tidak tau .aku selalu memikirkannya juga .kedua kakiku sekarang tidak bisa menopang beban itu lagi .mungkin ini adalah saat aku benar-benar terpuruk aku tidak mau memaksakan untuk berdiri lagi .cara? Akupun selalu memikirkannya ,aku melakukan berbagai cara tapi itu tak ada hasil.kesunyian ,keterpurukan,kesedihan selalu menghantui ."
Orange :"Apakah dengan itu kamu mengakaui dirimu lebih lemah dari kesunyian, keterpurukan,kesedihan sebagai hantu mu."
Merah : "Ketakutan aku mengakui aku lemah akan hal itu .ya aku lemah ,aku terlalu lama dalam keterpurukan .kenapa(?) Karena aku tak lagi percaya .semua kepercayaanku sudah tak ada jika ada itu hanya fatamorgana .kepercayaanku dihancurkan oleh orang tuaku .kau tak mengerti."
Orange : "Menurutku, kamu tak usah menyesali apa yang terjadi sekarang, tapi bagaimana cara membangun dirimu yang baru... jika kamu saja tidak percaya dengan adanya keajaiban , buat apa tuhan mu? Kau anggap apa beliau ? Bila karna orang tua mu, aku yakin aku pernah merasakannya."
Merah : "bagaimana cara membangun diriku? Aku tak membutuhkannya .seiring berjalannya waktu aku sedikit demi sedikit berubah .ntah itu ke positif ntah itu ke negative asalkan aku bisa melupakan semua walau sesaat .tuhan? Jujur akupun pernah kecewa denga-Nya .bahkan menyalahkannya .saat itu aku tak tahu harus menyalahkan siapa & aku memutiskan menyalahkan semua. Orang tua? Mereka ntahlah aku tak tahu ,berbicara bsik-baik saja tak pernah ,aku sudah muak."
Orange : "Mengapa kau begini ? Dimana kamu kamu yang lama ?Jawaban mu semua salahTak seharusnya kamu seperti ini."
Merah : "Mengapa? Apakah itu penting untuk aku jawab."DImana km yg lama?"APakah kamu tau aku dulu bagaimana? "Tak seharusmya km seperti ini?." Hanya ini yg bisa aku lakukan sekarang."
Orange : "Aku gatau, tapi yang kupercai pasti pebih baik dari sekarang.Itu menurutmu, kamu pasti bisa lebih."
Merah : "Lebih baikkah.apa untungnya bagiku?apakah bisa merubah semua? apakah masalah inipun akan selesai?. "
Orange : "Hidup kita cuman sekali.Merubah mungkin tidak, tapi lebih baik.Selesai, itu pasti, tapi akan ada lavel."
Merah : "Ya aku tau itu.lebih baik dimata siapa? Orang tua? Mereka akan melihatku dengan sebelah mata atau mungkin hanya sekilas .sekaratpun mumgkin tak peduli."
Orange : "Apakah pacuanmu hanya orang tua, jika orang tua mu menunggal apa yang yang jadi pacuanmu, kau ini sudah besar , urus sendiri dirimu, tak usah pedulikan orang lain."
Merah :" Orang tuaku sudah menunggal .mereka aku benci .mungkin sedikit demi sedikit akupun akan membenci teman2ku sendiri .aku memang tak peduli."
Orange : " Benci itu akan merusakmu, hidup memang keras, inilah pelajaran hidup."
Merah :" Tidak akan ada yang pduli jika hidupku rusak.ya hidup memang keras."
Orange : " Itu hipotesismu, sebenarnya masih banyak yang pedulu bahkan sayang kepadamu,,, tapi kamu tak tau itu."
Merah :" Apakah itu penting? Semua hanya fatamorgana."
Orange : " Fatamorgana lah keterpurukan, dan salahnya lagi itu pacuanmu."
Merah :" Hanya fatamorgana yang aku lihat."
Orange : " Jika yg kau lihat fatamorgana.... salah besar Berputarlah... masih ada surga dunia."
Merah :" Berputar?Akan memakan waktu yang lama . merasakan surga dunia mungkin aku sudah mati."
Orange : " Belum kau coba sudah beranjak berbicara."
Seketika merah kaget setelah melihat pesan yang dikirimkan oleh pria orange itu .merahpun tidak membalasnya ,dia hanya merenung & meratapi .merah semakin bingung apa yang harus dilakukan .
Merah : "Lebih baikkah.apa untungnya bagiku?apakah bisa merubah semua? apakah masalah inipun akan selesai?. "
Orange : "Hidup kita cuman sekali.Merubah mungkin tidak, tapi lebih baik.Selesai, itu pasti, tapi akan ada lavel."
Merah : "Ya aku tau itu.lebih baik dimata siapa? Orang tua? Mereka akan melihatku dengan sebelah mata atau mungkin hanya sekilas .sekaratpun mumgkin tak peduli."
Orange : "Apakah pacuanmu hanya orang tua, jika orang tua mu menunggal apa yang yang jadi pacuanmu, kau ini sudah besar , urus sendiri dirimu, tak usah pedulikan orang lain."
Merah :" Orang tuaku sudah menunggal .mereka aku benci .mungkin sedikit demi sedikit akupun akan membenci teman2ku sendiri .aku memang tak peduli."
Orange : " Benci itu akan merusakmu, hidup memang keras, inilah pelajaran hidup."
Merah :" Tidak akan ada yang pduli jika hidupku rusak.ya hidup memang keras."
Orange : " Itu hipotesismu, sebenarnya masih banyak yang pedulu bahkan sayang kepadamu,,, tapi kamu tak tau itu."
Merah :" Apakah itu penting? Semua hanya fatamorgana."
Orange : " Fatamorgana lah keterpurukan, dan salahnya lagi itu pacuanmu."
Merah :" Hanya fatamorgana yang aku lihat."
Orange : " Jika yg kau lihat fatamorgana.... salah besar Berputarlah... masih ada surga dunia."
Merah :" Berputar?Akan memakan waktu yang lama . merasakan surga dunia mungkin aku sudah mati."
Orange : " Belum kau coba sudah beranjak berbicara."
Seketika merah kaget setelah melihat pesan yang dikirimkan oleh pria orange itu .merahpun tidak membalasnya ,dia hanya merenung & meratapi .merah semakin bingung apa yang harus dilakukan .


